Selasa, 04 November 2008
Ini sebenernya kantor imigrasi atau stasiun kereta pas mudik sih? Calo di mana-mana. Mereka mondar-mandir seenaknya. Udah kaya rumah sendiri aja. Jual jasa. Ga antri. Nentuin jadwal sendiri kapan paspor yang dititip ke mereka selesai. Haaa... Kalo gitu mah apa gunanya ada birokrasi? Sama aja bohong kan? Apa artinya birokrasi kalo bisa dimodifikasi pelaksanaanny untuk kepentingan pribadi dengan bayar sesuatu yang ga seharusnya ada. Uang pelicin lah, uang rokok lah, uang percepat lah, uang foto tanpa antri. Intinya ada uang 'supaya bisa dilakukan'
Hiii... It's not fair! Harusnya semua warga negara mendapatkan hak yang sama yang berarti cerita 'uang pelicin' dan sejenisnya ga perlu ada.
Oke.. Mungkin sebagian dari pembaca akan berkata 'udahlahh.. Kaya ga tau Indonesia aja..'
Heran, kok yang ada malah maklum? Kok bukan protes? Anomali! Ga semua yang menjadi fakta harus diterima.
*kesel deh ngeliat calo-calo paspor itu. Sampe sekarang formulir paspor gw masih ada di depan loket. Ga disentuh. Bilangnya sih gw akan dipanggil nanti. Tapi, 10 detik yang lalu ada calo ngasih formulir dan langsung diambil. Geez...
Gw rasa petugas imigrasinya juga bermental calo.
Ga akan gw ngeluarin uang lebih dari yang harus gw keluarin. In case si kasir nanti nanya mana uang rokok untuk dia, gw udah siap2 bilang 'Ngapain saya harus ngasih bapak uang rokok untuk sesuatu yang memang kewajiban bapak untuk lakukan? Bapak dibayar oleh negara, yang berarti uang dari saya juga.'
Ahaha.. Silakan bilang gw pelit. Yang jelas, pelit gw ini beralasan.
14:25