Selasa, 09 September 2008
emangnya ada yang peduli sama bahasa indonesia?
kayanya ga ada deh..baik kita semua sebagai native sampe pemerintah sebagai pemegang otoritas tampak ga peduli sama nasib bahasa indonesia.
udah menjadi rahasia umum kalau bahasa indonesia adalah salah satu bahasa yang masih berkembang. hal ini ditandai dengan belum adanya tata bahasa baku (bener emang ya? tolong ya..anak2 jurusan sastra indonesia..klo saya menyimpang tolong ditunjukkan jalan yang benar..)
beda sama bahasa inggris misalnya..
hal tersebut membuat bahasa indonesia cenderung "fleksibel" dalam penggunaannya..dalam artian tidak dipedulikan oleh si pemakai apakah kita (awas aja ada yang bilang "kita? lo aja kali sama kebo"! iya..kebonya lo..) telah menggunakan tata dan struktur bahasa yang benar.
sekarang, kalau dilihat-lihat, sangat langka orang indonesia yang peduli dengan nasib bahasa indonesia. sekarang lebih banyak orang indonesia yang lebih bangga menggunakan istilah-isltilah asing agar terlihat intelek, padahal
kalau dicari banyak istilah-istilah asing yang sudah ada padanannya dalam bahasa indonesia.
sekarang, orang indonesia lebih suka menggunakan bahasa asing, dengan tujuan dianggap keren..ya...menggunakan bahasa asing boleh-boleh saja, memang sudah merupakan kebutuhan. tapi..ga berarti bahasa indonesia jadi ditelantarkan kan?
saya teringat pada seorang teman berkebangsaan malaysia yang kekeuh kalau bahasa indonesia tidak eksis. sekalipun eksis, tak lebih karena pengaruh politik. sedih ga tuh bahasa kita digituin? ahh..siapa juga yang peduli? orang setiap hari yang ada kita malah
merusak bahasa pemersatu bangsa ini kok, jadi ya..mungkin nothing to lose..
so, kalau nanti bahasa indonesia bener2 jadi kacau bahkan punah, jangan salahkan siapa-siapa. cukup berdiri di depan kaca, lalu berkata "saya turut berpartisipasi dalam perusakan bahasa indonesia"
05:28